Kenapa Saya (?)

Saya : Kak kenapa Allah memilih saya? Kenapa bukan orang terbaikNya, kenapa bukan orang yang ilmunya tinggi, hafalannya jauh lebih banyak dari saya, dan kualitas ibadahnya jauh lebih baik dari saya. Kenapa harus saya?

Kakak : Allah punya cara sendiri untuk memberikan tarbiyah terbaikNya, demi membentuk pribadi yang unggul. Caranya tidak sama antar satu dan yang lainnya.

(Januari 2014)

Seangkuh - angkuhnya saya, sepercaya dirinya saya, setakpedulinya saya pada kurangnya saya dalam melakukan segala hal. Sebab saya percaya, Allah menciptakan manusia dengan perangkat otak dan jasad yang luar biasa sempurna. Yang keduanya bisa saya paksakan berlari, berkembang, berusaha sekerasnya. Saya tetap sering bertanya, ‘kenapa saya?’ Sebab saya tahu masih ada di luaran sana yang imannya lebih baik dari saya. Kenapa saya ? Sepanjang malam ini pertanyaan itu terus mengulang. Sama seperti beberapa bulan lalu saat memulai semua ini, saking tak tahannya bertanya sendiri saya tanyakan pada orang lain. Dulu jawaban itu cukup, sekarang sepertinya tidak. Saya butuh jawaban lebih. Entah untuk menenangkan, entah untuk membuat pertanyaan di kepala saya akan banyak hal berhenti.

Tags: pertanyaan

yasir-arafat:

Kami ingin berterus-terang kepada semua orang tentang tujuan kami, memaparkan di hadapan mereka metode kami, dan membimbing mereka menuju dakwah kami. Di sini tidak ada yang remang-remang. Semuanya terang. Bahkan lebih terang dari sinar mentari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang…

"Meminta maaf bukan perkara siapa yang kalah dan yang menang. Tapi upaya untuk menjaga silaturahim, mengakui kesalahan yang mungkin sama sama disumbangkan. Sebab tak ada masalah tanpa kedua belah pihak memiliki andil atas hal itu. Allah menyayangi hambaNya, yang berusaha menjaga dan memperbaiki persaudaraan."
View My Stats